Baru (2)

Di babak ini, gue belajar buat paham sama aneka individu yang baru.

Belajar ngadepin orang nyablak.

Orang irit.

Orang unpredictable.

Orang suka harkos.

Orang yang hobinya telat.

Orang yang bisa bawa suasana.

Orang yang pengennya cepet-cepet pulang.

Orang yang bijaksana.

Orang yang rela berkorban.

Whata perfect colaboration. (halah)

Baru

Gue pribadi seneng banget sama hal baru. Terjebak dalam keasingan, get lost, sampe nemuin jalan baru. Klasik sih sebenernya. Yagak? Tapi mungkin sebagaian besar dari lo mungkin ada yang sependapat. Atau mungkin punya startement yang lebih mewakili buat lo yang suka sama hal-hal baru. Memperlebar zona aman.

Salah satu batu yang menurut gue besar dan sulit untuk dilewati semasa kuliah adalah KKN. Kuliah Kerja Nyata. Kebayangnya, gue harus udah bisa mandiri, nerapin apa yang udah gue pelajarin, ketemu sama orang-orang baru. Jurusan lain. Gimana kalo orangnya rese? kalo orangnya susah diajak kerjasama? Mending. Kalo gak dapet kelompok (ini ekstrim sih).

Tapi, di babak ini. Setelah gue rasain. Mungkin babak ini bisa jadi salah satu babak paling penting dalam artian, berkesan selama kuliah delapan semester (aamiin delapan semester).

Hari terakhir KKN tadi, kesan yang tak pernah diperkiraan ternyata melekat begitu aja, begitu gue sadar, bahwa mereka memang orang-orang yang dikirim Allah buat memberikan gue banyak pelajaran. Yang awalnya gue gak berekspetasi dapet pengalaman yang se-begini-berharganya. Haha, FYI, gue termasuk orang-orang yang kontra akan adanya mata kuliah ini. Dulu gue pikir, bukannya pengalaman bisa kita cari di luar sana? Di dunia kerja sana, kita bisa gunakan naluri kita untuk hadapi pengalaman baru kita. 

Tapi setelah dirasain, gue-dapet-pengalaman-tak-tergantikan.

Sebenernya standar-standar aja proker yang kita rancang. 

Manajemen Berbasis Sekolah. Ngebenerin pengadministrasian sekolah. Secara umum gitu.

Tapi sekarang momennya Ramadhan. Sanlat, pastilah ada.

Haaaa, mana pernah kepikir buat ngajar anak SD. Wong praktek ke sekolah selama ini aja masih peletat-peletot. Bukan SD pula.

Tapi, disini. Mungkin di zona ini yang belum gue anggap aman.

Sempet sebel juga sama orang-orang nih. Yang awalnya pada gak nyanggupin ngajar juga. Ini lah huft momennya. Ketika lo merasa sendiri dan tak ada yang menemani (halah). Tapi abis itu akhirnya mereka mau sih. Ketagihan malah. Hahaha.

"Anak-anak itu kreatif. Jauh lebih kreatif dari kita. Kita yang udah tua (tua? ok). Yang pikiriannya sudah terkotak-kotaki. Jangan batasi mereka." Kata-kata Mas Ketua sedikit banyak bikin gue semangat. Iya, anak-anak itu ternyata keajaiban.

Kata-kata Mas Ketuanya beneran terimplementasi setelah gue merasakan (untuk pertama kalinya) ngajar anak SD.

Pas hari terakhir tadi…..

Mas Ketua mengizinkan kita buat menyampaikan kata-kata terakhir (haha, serem) kita selama KKN Tahap 1 ini.

Ternyata selama ini, mereka cuma takut-takut bilang bahwa kita sama-sama nyaman dengan orang-orang baru ini. Uuuuuu sweeet :3

Soo that’s all. Mungkin diantara lo ada yang punya pengalaman lebih menarik dari ini. Just feel free to share.

Aduh, maafkan tumblrian yang satu ini ya, udah nyampah.

See ya.

PS: di babak ini. Gue punya moodbooster. Guess who?

Mereka Adalah

Kalian tahu? Aku jatuh cinta pada mereka.

Mereka adalah orang-orang yang selalu membuat lawan bicaranya merasa sebagai orang yang paling dihargai, padahal mereka melakukannya terhadap siapapun.

Mereka penuh perhatian dan antusias, mereka peduli dan peka. mereka adalah orang yang dipenuhi dengan kesibukan dan diselimuti oleh kelelahan, tapi senyumnya tak pernah luntur, tapi syukurnya tak pernah kendur.

Mereka adalah yang terbaik tapi tak pernah merasa lebih baik dari yang lain.

Mereka adalah pahlawan dan mereka ingin setiap kita pun menjadi pahlawan.